Dualisme tenis meja, Abdel Achrian buka turnamen tarkam
Dualisme yang terjadi di dunia tenis meja belum juga menemukan titik terang.
Olahraga tenis meja sebenarnya selalu menyumbangkan atlet untuk kejuaraan olimpiade. Namun karna dualisme, sebagian altel dari kubu salah satu tak dapat melanjutkan aksinya di kancah dunia. Mereka dilarang mengirim atlet ke kejuaraan karena dianggap ilegal.
Namun, karna hal ini juga terkadang Koni bahkan tak mengirimkan sama sekali atletnya di sebuah kejuaraan.
Hal itu sangat di sayangkan. Hanya karena kepentingan pribadi satu pihak, akhirnya atlet ping pong kita yang terkena imbasnya.
Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) saat ini mengalami dualisme kepemimpinan. Satu dari kubu Oegroseno dan satu lagi dari kubu Peter Layardilay.
Bahkan sebelumnya ada 3 kepemimpinan PTMSI pada yahun 2019. Namun akhirnya kubu Lukman Eddy mundur dari kepemimpinan yang membuat perpecahan tersebut.
Akibatnya, para atlet tenis meja gagal bertanding di ajang SEA GAMES di Malaysia 2017 dan di Filipina 2019 akibat dualisme tersebut.
Mirisnya, KONI bahkan tak memperlombakan tenis meja pada PON Papua 2020.
Padahal atlet tenis meja sebelumnya selalu tampil di ajang olimpiade era tahun 90an hingga 2000an.
Toni Meringgi (Olimpiade Seoul 1988)
Anton Suseno (Olimpiade Barcelona 1992, Olimoiade Atalanta 1996 dan Olimpiade Sydney 2000)
Lingling Agustin (Olimpiade Barcelona 1992, Olimoiade Atalanta 1996 dan Olimpiade Sydney 2000)
Rossy Syech Abubakar ( Olimpiade Barcelona 1992)
Ismu Harinto ( Olimpiade Sydney 2000)
Namun, sambil menunggu hasil perdamaian di kepengurusan PTMSI ada seorang tokoh public figur yang akan membangkitkan semangat tenis meja ke masyarakat umum.
Ia adalah Abdel Achrian, yang akan membuat Abdel Cup. Tak tanggung tanggung, rencananya Abdel Achrian akan membuat Abdel Cup hingga season 19.
Abdel Achrian, seorang komedian yang kita kenal saat bermain sitkom Abdel dan Temon. Juga saat menjadi c.o host Mamah Dedeh.
Dirinya sempat menaikkan pamor Tenis Meja saat itu, melalui pertandingan Vindes Sport cabor Ping Pong.
Saat itu Abdel berhasil mengalahkan Desta dalam laga tersebut.
Saat itulah media mengangkat nama Pingpong, sehingga nama pingpong menjadi demam di masyarakat saat itu.
Namun, Abdel Cup nantinya bukan memperlombakan para atlet nasional tenis meja. Melainkan mereka yang memiliki bakat alami di tingkat tarkam, namun levelnya bukan atlit.
Ia menjelaskan kalau yang menjadi peserta Abdel Cup adalah bukan atlet. "yang ikut di Abdel Cup itu orang yang jago main di tarkam tapi gak bisa jadi atlit"
Kita tunggu aksinya
Salam fivers.,
.jpeg)