Timnas : Nasib STY di evaluasi
Pasca kekalahan timnas di kandang vietnam di semi final piala aff 2022, Shin Tae-Yong selaku pemimpin tim diminta pertanggung jawabannya terhadap kekalahan itu.
Pasalnya timnas tak mencetak satupun gol di babak semi final kemarin. Imbang 0 - 0 di leg pertama dan kalah 2-0 di leg kedua
Kekalahan ini membuat Exco pssi akan mengevaluasi coach STY. Namun, mereka menjelaskan bahwasannya mereka hanya mengevaluasi, bukan memecat.
Banyak publik yang kecewa terhadap kepemimpinan coach asal korea selatan itu. Pasalnya, ia di kontrak bukan dengan harga yang murah. Namun hasilnya belum pernah ia memberikan titel juara kepada timnas.
Runner up piala Aff 2020, tidak lolos fase grup Aff U-23 2021, semi final Aff 2022. Merupakan hasil yang tidak bagus. Sebab, pelatih lokal pun dinilai mampu mendapatkan hasil itu menurut para penggemar
Namun secara garis besar, banyak kemajuan di era coach STY ini. Sebab baru kali ini timnas di huni oleh sebagian besar pemain berusia muda.
Rata rata usia mereka masih 23 tahun. Sehingga terlalu dini untuk mengatakan bahwa mereka gagal
Sebagai penyemangat mereka, masyarakat percaya bahwa panggung sebenarnya adalah Pertandingan Internasional Friendly Match dan Piala Asia 2023. Masyarakat meniai timnas harus lebih baik disana.
Sebab panggung piala AFF tak begitu berpengaruh besar terhadap rangking timnas di FIFA. karna piala AFF merupakan kompetisi yang di anggap non resmi oleh federasi sepakbola dunia FIFA.
Apalagi di jeda Internasional dan piala Asia 2023 kita bisa melihat penampilan Elkan Baggot, Sandy Walsh dan kawan kawan. Sehingga kita harus mendukung mereka untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Timnas sudah berada di jalan yang benar. Semoga tak ada "Oknum'' yang mencoreng nama timnas kali ini
Saat ini di timnas banyak yang perlu di benahi selain passing dan penyelesaian akhir. Yakni kurangnya jiwa kepemimpinan di tim. Seperti pemain senior yang disegani oleh para pemain muda
Banyak pemain muda yang dinilai para fans yang bermain malas malasan dan kurang semangat. Bahkan mirisnya para pemain tersebut merupakan pemain yang berkarier di luar negri.
Seperti Asnawi, pera fans menilainya sudah tak ngotot seperti dulu lagi. Begitu juga Witan yang nampak malas malasan mengejar bola. Bahkan Egi M.V yang bahkan coach STY yang menilai dirinya lambat mengambil keputusan, seperti umpan silang dan shoot.