Timnas : Asnawi pindah klub, Egy M.V malah pulang kampung awal
Info dari dua pemain timnas indonesia era coach Shin Tae-Yong, Asnawi Mangkualam Bahar dan Egy Maulana Vikri yang sama sama pindah klub.
Namun, ada perbedaan kedua pemain tersebut.
Egy Maulana Vikri, pemain timnas era coach Indra Sjafri yang melejit namanya di piala AFF U19. Pada saat itu, ia hanya pemain akademi di Diklat Ragunan, Jakarta.
Egy memulai karier sepakbola profesional langsung ke daratan eropa. Dirinya langsung dibawa Trial ke klub klub top eropa. Dan akhirnya mendarat di klub Lechia Gdansk. Namun sayang ia kurang mendapat menit bermain di sana.
Setelah selesai di Lechia Gdansk, Egy langsung pindah ke klub eropa lain FK Senica, ia bermain bersama rekan setimnas Witan Sulaeman disana.
Setelah itu ia kembali berpisah dengan sahabatnya dan bergabung klub Vion Zlate.
Namun karena tak kebagian tempat disana, juga menuntut performa yang menurun darastis di piala Aff kemarin, Egy memutuskan untuk pulang kampung ke indonesia
Egy kembali ke Liga 1 Indonesia ( Netizen menyebutnya dengan liga wakanda ) dan bergabung dengan klub Dewa United.
....
Berbeda dengan Egy, Asnawi Mangkualam bahar justru meniti karier sepakbola nya melalui titik nol. Dan perlahan perlahan naik level.
Sebelum ke Liga Korea Asnawi bermain di klub PSM Makassar. Disana Ia menjadi andalan di klub dan mendapat gaji yang lumayan besar.
Namun karena semangatnya berkarier di luar negri, ia rela menerima gaji yang lebih kecil di banding menetap di indonesia.
Asnawi memutuskan gabung liga Korea, Ansan Geeners di K-League 2
Asnawi sekarang pindah ke klub korea lainnya yakni Jeongnam Dragon.
Nampak dirinya bahagia bergabung dengan klub barunya itu.
....
Sungguh sebuah perbedaan yang signifikan, pasalnya Egy sekalinya berkarir langsung ke top level, namun belum saatnya ia pulang, malah ia menyerah dan memilih pulang kampung lebih awal.
Sedang Asnawi, Ia harus berjuang perlahan demi perlahan,bahkan untuk menjadi bagian klub kelahirannya dulu, ia harus berjuang dan bermain di klub lain (Kalimantan) baru ia dipanggil kampung halamannya. sampai akhirnya ke titik ia bermain di klub level Asia. Mungkin suatu saat nanti ia akan berkarir ke eropa.